Senin, 17 November 2008

VCO dunia maya

Anda tidak perlu bermodal gede untuk menjadi pedagang. Dengan menjadi perantara perdagangan melalui dunia maya, Anda bisa menjalankan bisnis yang menarik. Seperti yang dilakukan Al Arif yang mengelola 25 situs dagang dunia maya. Salah satu situsnya www.tokomesin.com cukup menuai hasil.
Ingin bisnis bermodal kecil dan dalam waktu singkat menghasilkan uang puluhan juta rupiah ? Itulah yang dilakoni oleh Al Arif lewat bisnis toko mesin on line. Mengaku mengawali bisnisnya pada Januari 2005 dengan modal hanya Rp.7.000.000,- saat ini belum sampai setahun bisnisnya berjalan keuntungan bersih yang diperolehnya berkisar antara Rp. 7.000.000,- sampai Rp. 20.000.000,- per bulan.

Mengawali kegiatannya sejak beberapa tahun lalu dengan mengelola beberapa situs dagang on line, Arif mulai melirik peluang berdagang mesin lewat internet setelah survey pasar dalam dunia maya yang dilakukannya menunjukkan bahwa banyak pengunjung internet mencari berbagai produk mesin. Arif lantas mencari produk yang dimaksud di pasaran nyata. Dari pencariannya, ia mendapati bahwa para produsen mesin ( bengkel yang mampu membuat / memproduksi mesin ) kesulitan untuk memasarkan produk mereka. Jadilah Arif menjembatani antara keinginan konsumen dan produsen melalui situs dagang on line yang diusungnya lewat bendera www.tokomesin.com. Situs dagang ini dikunjungi lebih dari 5000 orang setiap bulan, dari berbagai segment pasar. Selain perorangan, pengunjung toko mesin.com juga dari perusahaan – perusahaan, bahkan banyak diantaranya yang berasal dari lembaga – lembaga pemerintahan. Para pengunjung ini berasal dari berbagai daerah seluruh Indonesia dan manca negara.

Meski semula hanya ‘dagang’, Arif tak lantas hanya mengandalkan pada adanya jenis – jenis mesin yang telah ada di pasaran dan kemudian menjualnya kepada kosumen yang membutuhkannya. Tetapi Arif lebih cenderung membaca keinginan konsumen dan berusaha memenuhinya dengan pola kerjasama dengan para bengkel mitra kerjanya, meskipun kadang itu berarti harus menciptakan mesin–mesin baru atau mengkombinasikan berbagai mesin yang ada menjadi mesin baru untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda. “Tidak semua mesin yang ada di pasar sudah memenuhi kebutuhan konsumen. Kadang saya harus mencari tahu mesin apa yang dibutuhkan oleh konsumen, kemudian menterjemahkannya kepada bengkel untuk dibuatkan mesin-mesin yang dimaksud. Misalnya untuk mesin pembuat VCO atau virgin coconut oil, diperlukan inovasi – inovasi produk agar dari mesin – mesin yang sudah ada bias digunakan.” Jelas Arif. Untuk itu, Arif menggandeng empat bengkel untuk mewujudkannya. Arif sendiri mengaku tidak memiliki pengetahuan secara khusus tentang mesin, karena ia berlatar belakang ilmu kedokteran. Namun hal itu tidak menjadi kendala yang berarti , yang dibutuhkan hanyalah tim yang solid – dalam hal ini bengkel pembuat mesin - yang mampu menterjemahkan keinginan konsumen.

Bergelut di bidang bisnis mesin, orang awampun tentu tahu bahwa hal itu memrlukan modal yang cukup besar. Harga mesin yang paling murah tentu berkisar di ratusan ribu. Sedang yang mahal bisa mencapai angka puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Menyiasati hal ini Arif tak kurang akal. Penawaran melalui internet hanya membutuhkan foto – foto produk tanpa perlu ketersediaaan produk asli. Dari kematangan proses negosiasi di internet inilah Arif kemudian baru membuat mesin yang dipesan. Itupun konsumen sudah membayar downpayment 50%. Alhasil hampir tanpa mengeluarkan modal Arif sudah bisa mendapatkan keuntungan. “Pada prinsipnya saya mencari konsumen terlebih dahulu, baru kemudian memproduksi mesin yang diinginkan konsumen. Jadi konsumenlah yang menalangi dana terlebih dahulu.” terang Arif menjelaskan strategi bisnisnya. Melalui strategi itu Arif berhasil menjual mesin rata – rata 5 sampai 10 mesin perbulan. Sedangkan di toko onlinenya dia memajang lebih dari 100 jenis mesin dari berbagai ragam kebutuhan seperti mesin untuk membuat keripik buah, mesin pemeras buah, mesin pembuat VCO dan lain – lain.

Arif mengaku sangat enjoy menikmati bisnisnya. Bisnis yang dilakoninya tidak menuntut kerja keras yang berlebihan. Ia cukup hanya membuat website untuk menawarkan produknya, dan jadilah toko yang buka 24 jam tanpa harus ada SPG khusus untuk menjaga atau mempromosikannya. Kenikmatan membuka bisnis on line itu tidak hanya dilakukannya melalui www.tokomesin.com, tetapi ia sudah terlebih dahulu membuka situs sejenis lebih dari 25 buah. ‘Toko – toko’ miliknya itu tak hanya berjualan barang nyata seperti busana, obat – obat herbal dan lain – lain, tetapi juga menjual produk – produk maya seperti e-book, ataupun soft ware yang ditransfer langsung via internet. Bahkan bisnisnya yang satu ini sudah dilakoninya sejak lama, melalui CV. Maksindo Cipta Utama.

“Berbisnis lewat internet adalah solusi paling mudah dan murah. Kita hanya perlu investasi beberapa ratus ribu untuk pembuatan situs. Setelah itu semua akan berjalan secara otomatis, selama 24 jam sepanjang tahun, tanpa perlu menggaji penjaga khusus.” ungkap Arif. Arif sendiri merasa cukup punya 4 pegawai. Itupun lebih cenderung untuk menangani bidang keuangan dan administrasi. Pengalamannya di bisnis on line inililah yang membuatnya berbisnis mesin. Mesin – mesinnya kini telah merambah sampai manca negara seperti Mesir dan Malaysia.

Berbisnis di dunia maya walaupun nampak mudah, namun menurut Arif memiliki keunikan tersendiri. Apabila pebisnis tidak tahu cara mengelolanya, website tidak akan banyak berarti. Apalagi bagi pengusaha di Indonesia, rata – rata hanya membuat website ala kadarnya sehingga tidak bisa berinteraksi secara maksimal dengan konsumennya. Selain itu untuk barang – barang yang real – bukan maya – tetap diperlukan jaminan kualitas. Sebagai contoh, mesin – mesin dari www.tokomesin.com kualitasnya digaransi. Bahkan apabila pemakaiannya tidak menyalahi aturan mesin masih dapat diapakai terus hingga 10 tahun. Kualitas ini tetap diperlukan untuk dapat bersaing dengan produk-produk sejenis, karena bagaimanapun konsumen tetap mengutamakan jaminan kualitas.

Menyinggung persaingan dengan bisinis sejenis, Arif tidak merasa memiliki pesaing yang berarti. Meski ia sendiri tidak tahu apakah bisnisnya termasuk dalam 5 atau 10 besar dalam bisnis permesinan, ia optimis bahwa ia adalh peneydia mesin terlengkap. Namun Arif juga masih menyimpan obsesi untuk dapat membuat mesin- mesin secara nyata. Mesin – mesin itu diperlukan untuk dipajang di suatu show room, karena hal tersebut merupakan salah satu aspek penting untuk meyakinkan konsumen saat bertandang langsung lokasi. Untuk itu Arif membuka peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung investasi dalam bisnisnya.

0 komentar: